Sabtu, 01 Oktober 2011

BENTUK BADAN PERUSAHAAN

Bentuk-Bentuk Badan Usaha
dalam beroperasi, perusahaan haruslah memiliki badan hukum tertentu agar perusahaan tersebut memiliki legalitas untuk menjalankan kegiatannya. Keberadaan badan hukum perusahaan akan melindungi perusahaan dari segala tuntutan akibat aktivitas yang dijalankannya. Karena badan hukum perusahaan memberikan kepastian berusaha, sehingga kekhawatiran atas pelanggaran hukum akan terhindar, mengingat badan hukum perusahaan memiliki rambu-rambu yang harus dipatuhi. Dengan memiliki badan hukum, maka perusahaan akan memenuhi kewajiban dan hak terhadap berbagai pihak yang berkaitan dengan perusahaan, baik yang ada di dalam maupun di luar perusahaan.

AUDITING DAN PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Definisi Auditing
-  Menurut Arrens (2006,h.4)
Auditing is the accumulation and evaluation of evidence about information to determine and report on the degree of correspondence between the information and established criteria. Auditing should be done by a competent, independent person.
Menurut ASOBAC (A Statement of Basic Auditing Concepts)
Auditing adalah proses sistematis untuk menghimpun dan mengevaluasi bukti-bukti secara obyektif mengenai asersiasersi tentang berbagai tindakan dan kejadian ekonomi untuk menentukan tingkat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditentukan dan menyampaikan hasilnya kepada para pemakai yang berkepentingan.

Auditor Responsibilities and Reports

Audit laporan keuangan dan tanggung jawab editor memainkan peran yang sangat diperlukan dalm ekonomi pasar bebas dan merupakan bagian terpenting dari berbagai assurance services. Terdapat beberapa azas serta berbagai hubungan penting auditor yang mendasari audit laporan keuangan.
                Di dalam bab ini juga membahas tentang memperkenalkan sumber bentuk dan standar auditing yang berlaku umum (generally accepted auditing standars/GAAS). Kemudian akan dilnjutkn dengan memeriksa beberapa tanggung jawab penting auditor termasuk untuk mendeteksi dan melaporkan kecurangan, melaporkan tindakan melanggar hukum yang dilakukan klien.

MENERIMA PERIKATAN AUDIT DAN MERENCANAKAN AUDIT

Menerima Perikatan Audit dan Merencanakan Audit

• TUJUAN ATAS AUDIT LAPORAN KEUANGAN
Menerima dan Mempertahankan Klien
Standar pengendalian mutu menyediakan petunjuk profesional berkenaan dengan dengan keputusan untuk menerima dan melanjutkan klien dan perikatan, sejalan dengan standar umum dan standar pekerjaan lapangan dari auditing yang berlaku umum. Menerima dan melanjutkan klien audit melibatkan elemen-elemen penting mengenai pemahaman bisnis dan industri, materialitas, risiko audit, dan pertimbangan jasa bernilai tambah. Keputusan untuk menerima atau menolak dibuat enem bulan hingga sembilan bulan sebelum tahun fiskal klien berakhir.

KONSEP MANAJEMEN STRATEGI DAN MODEL MANAJEMEN STRATEGIK

MODEL MANAJEMEN STRATEJIK
A. HARVARD
Model kebijakan Harvard dikembangkan sebagai bagian dari program kebijakan bisnis diajarkan di Harvard Business School sejak tahun 1920-an (Christensen et al. 1983 dan versi sebelumnya). Tujuan utama dari model Harvard adalah untuk membantu perusahaan mengembangkan cocok terbaik antara dirinya dan lingkungannya, yaitu, untuk mengembangkan strategi terbaik bagi perusahaan. MenurutAndrews (1980), strategi adalah "pola tujuan dan kebijakan perusahaan dan menentukan bisnis." Jika strategi yang tepat diidentifikasi dan diterapkan, organisasi akan lebih efektif. Pusat untuk model ini adalah perhatian pada kekuatan dan kelemahan internal perusahaan dan nilai-nilai manajemen senior, dengan ancaman eksternal dan peluang, dan untuk kewajiban sosial perusahaan. Penilaian sistematis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman - atau analisis SWOT - adalah kekuatan utama dari model Harvard.
Oleh karena itu, model ini tampaknya menjadi yang terbaik diterapkan pada tingkat unit bisnis strategis (Rue dan Belanda 1986). Kelemahan utama dari model Harvard adalah bahwa hal itu tidak menawarkan saran khusus tentang bagaimana mengembangkan strategi, kecuali untuk dicatat bahwa strategi yang efektif akan membangun kekuatan, memanfaatkan peluang, dan mengatasi atau mengurangi kelemahan dan ancaman.

Enviromental Scanning Manajemen strategi

ECONOMIC FORCES
Faktor-faktor economic forces:
·         Faktor produksi, yaitu harus mampu memanfaatkan tenaga kerja yang ada, dan penggunaan bahan baku industri dalam negeri sekaksimal mungkin. 
·         Faktor infestasi, yaitu dengan membuat kebijakan investasi yang tidak rumit dan berpihak pada pasar. 
·         Faktor perdagangan Luar Negari dan Neraca Pembayaran, harus surplus sehingga mampu meningkatkan cadangan devisa dan mestabilkan nilai rupiah. 
·         Faktor kebijakan Moneter, yaitu kebijakan terhadap nilai tukar rupiah dan tingkat suku bunga ini juga harus antisipasif dan dapat diterima pasar.
·         Faktor Keuangan N egara, yaitu barupa kebijakan fiskal yang kontruktif dan mampu untuk membiayai pengeluaran pemerintah ( todak defisit ).